Penelitian Pendidikan

8 Apr

 

Pengaruh Implementasi Metode PAIKEM dalam Prestasi Belajar Siswa di MTs N Ciamis (Study Kasus Mata Pelajaran IPS)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Data studi human depelopment index (HDI) tahun 2005 menyampaikan bahwa salah satu masalah dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan yang tercermin dari rendahnya rata-rata prestasi belajar, hasil suvey menunjukan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 110 dari 177 negara yang di survei (Furkon , 2011: 220). Masalah lain dalam bidang pendidikan di Indonesia yang juga banyak dibicarakan adalah bahwa pendekatan dalam pembelajaran masih terlalu di dominasi oleh guru (teacher centered). Guru lebih banyak menempatkan siswa sebagai obyek didik. Pendidikan kita kurang memberikan kesempatan kepada siswa dalam berbagai mata pelajaran, untuk mengembangkan kemampuan berfikir holistik (menyeluruh), kreatif, obyektif dan logis, belum memanfatkan quantum learning sebagai salah satu paradigma menarik dalam pembelajaran, serta kurang memperhatikan ketuntasan belajar secara individual. Bila masalah rendahnya rata-rata prestasi belajar siswa tersebut tidak diatasi, maka akan menyulitkan bagi siswa untuk berprestasi yang pada akhirnya akan terjadi kemandekan pada dunia pendidikan kemudian akan berimbas pada pada elemen-elemen kehidupan yang lain seperti politik, ekonomi, social dan lain-lain. Rendahnya prestasi belajar siswa secara teoritis di sesabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah metode yang di gunakan oleh guru dalam pembelajaran. Persoalan ini sanagta penting untuk diteliti agar prestasi belajar siswa meningkat. Dengan meningkatnya prestasi siswa maka pendidikan akan Memasok/menyediakan sumber daya yang berkualitas sebagai modal untuk bersaing di era global. Secara teoritis bila masalah ini teratasi dengan baik, maka pengetahuan tentang faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa akan jelas.

B. Rumusan Masalah

Banyak faktor yang mempengaruh prestasi belajar siswa , diantaranya Faktor yang berasal dari luar individu yaitu kurikulum, disiplin sekolah,kemampuan guru, fasilitas belajar, dan pengelompokan siswa , dsb (Seperti dikutif dari W. S. Winkel, 1983: 43 yang diambil dari psikologi belajar). Dari berbagai faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa , penulis sangat tertarik untuk meneliti tentang metode yang digunakan dalam pembelajaran. Persoalan ini saya ambil karena sangat menarik untuk diteliti, cukup aktual dan sesuai dengan ilmu pengetahuan yang penulis miliki. Oleh sebab itu pertanyaan yang ingin diatasi adalah : Sejauhmana pengaruh implementasi metode PAIKEM terhadap prestasi belajar siswa?”

C. Tujuan Penelitian

Dari perumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk “Mengetahui pengaruh implementasi metode PAIKEM terhadap prestasi belajar siswa”.

D. Kegunaan Penelitian

1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : Kegunaan ilmiah, yaitu untuk memberikan sumbangsih pemikiran atau menambah informasi bagi perkembanagan ilmu pendidikan khususnya dalam bidang manajemen pendidikan.

2. Manfaat secara praktis

a. Memberikan informasi kepada sekolah/ praktisi pendidikan dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran

b. Menginformasikan tentang hasil prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode PAIKEM

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka

Pengertian Pembelajaran PAIKEM PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. Belajar merupakan suatu proses aktif dalam membangun pengetahuan, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Prinsip-Prinsip PAIKEM Prinsip pembelajaran aktifi, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan yang merujuk pada pembelajaran dengan basis kompetensi memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:

a. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya.

b. Integral agar kompetensi yang dirumuskan dalam Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan.

c. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik, potensi, dan kecepatan belajar yang beragam. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu, guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya.

d. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial, sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya.

e. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah, sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah, menarik keputusan, memberi keyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan, kesulitan maupun ancaman. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

f. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajaran beragam bagi perserta didik.

Penerapan PAKEM dalam Implementasi Pembelajaran Dampak positif dari diterapkannya model PAIKEM yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Sebagaimana empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya), learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru, agar supaya pembelajaran tersebut dapat terlaksaana sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tarmizi, 2008 (dalam Pusbang Tendik, 2011) mengemukakan bahwa secara garis besar, PAKEM digambarkan sebagai berikut:

1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.

2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.

3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’

4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.

5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

Pada pasal 19 ayat 3 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan demikian sebelum melakukan pelaksanaan pembelajaran terlebih dahulu dilakukan perencanaan pembelajaran. Pada Standar Proses (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007) bagian perencanaan pembelajaran dinyatakan bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar (KD), dan kegiatan pembelajaran di-lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang¬kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan tersebut dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Lebih lanjut pada Standar Proses dinyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Berdasarkan inovasi PAIKEM, maka rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) haruslah berfokus pada siswa, makna, aktivitas, pengalaman dan kemandirian siswa, serta konteks kehidupan dan lingkungan. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya, oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika cara pengajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan , kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa, dengan memberikan ide-ide, dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide, dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi, tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. ”Delapan tipe belajar, yaitu: (1) belajar isyarat, (2) stimulus-respon, (3) rangkaian gerak, (4) rangkaian verbal, (5) membedakan, (6) pembentukan konsep, (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving)” Gagne,1985 (dalam Kemendiknas: 2011). Karakteristik PAIKEM Dalam suaraterbaru, (2011) dikemukakan makna yang mendasari model pembelajaran PAIKEM adalah sebagai berikut :

1. Pembelajaran merupakan proses mewujudkan situasi dan kondisi dimana peserta didik dapat dan mampu belajar secara optimal.

2. Aktif mengandung makna bahwa belajar memang sebuah proses aktif dari pembelajar untuk membangun pengetahuan, sikap, dan ketrampilannya, bukan pasif menerima apa yang diberikan pengajar.

3. Inovatif merupakan pemaknaan atas realitas kehidupan yang dipelajari, sehingga mampu merespon keadaan dengan nilai yang lebih bermakna dan bernilai.

4. Kreatif diharapkan mampu mengembangkan pola pikir kritis yang berakhir dengan kreatifitas untuk memperbaiki kekurangan bahkan sesuatu yang baru dan unik.

5. Efektif merupakan nilai pembelajaran yang berdaya saing dan berdaya guna, sehingga menghasilkan peserta didik yang unggul.

6. Menyenangkan adalah inisasi kesumua konnsep di atas bagaimana harusnya diolah agar peserta didik mampu menyerapnya dengan enjoy dan asik, sehingga pikirannya mudah terfokus saat proses pembelajaran.

Sesuai dengan makna PAIKEM, maka pembelajaran berfokus pada siswa, aktivitas, pengalaman dan kemandirian siswa, serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami, komunikasi, interaksi dan refleksi.

a. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain:

• Melakukan pengamatan

• Melakukan percobaan

• Melakukan penyelidikan

• Melakukan wawancara

• Siswa belajar banyak melalui berbuat

• Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera.

b. Komunikasi, bentuknya antara lain:

• Mengemukakan pendapat

• Presentasi laporan

• Memajangkan hasil kerja

• Ungkap gagasan

c. Interaksi, bentuknya antara lain:

• Diskusi

• Tanya jawab

• Lempar lagi pertanyaan

• Kesalahan makna berpeluang terkoreksi

• Makna yang terbangun semakin mantap

• Kualitas hasil belajar meningkat

d. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan.

• Mengapa demikian?

• Apakah hal itu berlaku untuk …?

• Untuk perbaikan gagasan/makna

• Untuk tidak mengulangi kesalahan

• Peluang lahirkan gagasan baru

Implementasi pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya dengan metode mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Karakteristik dalam metode PAIKEM dapat ditarik kesimpulan yaitu meliputi :

1. Aktif : Pembelajaran ini memungkinkan peserta didik berinteraksi secara aktif dengan lingkungan, memanipulasi obyek-obyek yang ada di dalamnya, dalam hal ini guru terlibat aktif, baik dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran,

2. Kreatif : Pembelajaran membangun kreatifitas peserta didik dalam berinteraksi dengan lingkungan, bahan ajar, dan sesama peserta didik, utamanya dalam menghadapi tantangan atau tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam pembelajaran. Guru dituntut untuk kreatif, yaitu merancang dan melaksanakan PAIKEM,

3. Inovatif : Proses pembelajaran yang dirancang oleh guru dengan menerapkan beberapa metode dan teknik dalam setiap pertemuan. Artinya dalam setiap kali tatap muka guru harus menerapkan beberapa metode sekaligus. Namun dalam penerapannya harus memperhatikan karakteristik kompetensi dasar yang akan dicapainya, sehingga sangat dimungkinkan setiap kali tatap muka guru menerapkan metode pembelajaran yang berbeda,

4. Efektif : Efektifitas pembelajaran akan mendongkrak kualitas hasil belajar peserta didik,

5. Menyenangkan : Pembelajaran akan diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dengan di dukung lingkungan aman, bahan ajar yang relevan, menjamin bahwa hasil belajar secara emosional lebih positif. Dari karakteristik PAIKEM tersebut, maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. Tanggung jawab belajar, memang berada pada diri siswa, tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa, motivasi, perhatian, persepsi, retensi, dan transfer dalam belajar, sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat.

2.2 Pengertian Prestasi

Belajar Yusuf (2009:162) mengemukakan “belajar merupakan ajtifitas siswa dalam rangka mengembangkan potensi dirinya, baik menyangkut aspek kognitif (intelektual), afektif (sikap, keyakinan, kebiasaaan), konatif (motif, minat, cita-cita), dan psikomotorik (keterampilan), melalui interaksi dengan lingkungan (seperti dirumah dengan orang tua, interaksi dengan guru di sekolah , dsb)”. Ahmadi (2012) mengemukakan prestasi belajar adalah “hasil usaha bekerja atau belajar yang menunjukan ukuran kecakapan yang dicapai dalam bentuk nilai”. Sedangkan prestasi belajar, S. Nasution (dalam anneahira, 2011) mengemukakan “prestasi belajar merupakan kesempurnaan seorang peserta didik dalam berpikir, merasa dan berbuat”. Berdasarkan ketiga pendapat diatas maka penulis mengambil kesimpulan makna belajar adalah suatu aktifitas dimana terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal. Sedangkan prestasi belajar adalah standart test untuk mengukur kecakapan atau pengetahuan bagi seseorang didalam aspek-aspek.

a. Aspek kognitif yaitu aspek yang berkaitan dengan kegiatan berpikir. Aspek ini sangat berkaitan erat dengan tingkat intelegensi (IQ) atau kemampuan berpikir peserta didik. Aspek kognitif selalu menjadi perhatian utama dalam sistem pendidikan formal.

b. Aspek afektif yaitu aspek yang berkaitan dengan nilai dan sikap. Penilaian pada aspek ini dapat terlihat pada kedisiplinan, sikap hormat terhadap guru, kepatuhan dan lain sebagainya. Aspek afektif berkaitan erat dengan kecerdasan emosi (EQ) peserta didik.

c. Aspek psikomotorik yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan kemampuan gerak fisik yang mempengaruhi sikap mental yang menunjukkan kemampuan atau keterampilan (skill) peserta didik setelah menerima sebuah pengetahuan. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor internal yang berasal dari diri sendiri seperti fisik yang sehat, memiliki motivasi atau minat yag kuat untuk belajar, kebiasaan belajar yang baik, sikap yang positif terhadap materi pelajaran, kecerdasan, dan tidak mudah prustasi dalam menghadapi kegagalan. Sementara faktor eksternal yang mendukung keberhasilan belajar diantaranya adalah lingkungan keluarga yang harmonis, fasilitas belajar yang memadai, iklim kehidupan sekolah yang kondusif. (Yusuf, 2009 : 163) Faktor internal dan eksternal adalah dua hal yang sangat menunjang keberhasilan siswa dalam belajar. Jadi untuk menghasilkan peserta didik yang berprestasi, seorang pendidik haruslah mampu mensinergikan kedua faktor di atas. Faktor-faktor Internal yang berasal dari individu anak itu sendiri yang berupa jasmaniah dan psikolgis mempunyai peran yang sangat vital dalam pembelajaran apalagi jika didukung oleh faktor eksternal yang diantaranya adalah kurikulum sekolah dengan metode PAIKEM. Apabila ke dua faktor ini saling mendukung dan saling berinteraksi maka akan membuahkan hasil belajar yag optimal. Karakteristik Belajar Belajar adalah suatu proses perubahan ke arah yang positif seperti diungkapkan Soepartinah (1981, yang dikutif dari Suryaman) “ beberapa sifat proses belajar yaitu belajar merupakan suatu interaksi antar anak dan lingkungan dari lingkungannya, belajar Berarti Berbuat, belajar berarti mengalami, belajar adalah suatu aktivitas yang bertujuan, belajar memerlukan motivasi, belajar memerlukan kesiapan, belajar bersifat integratif”. Setiap individu mempunyai keunikan masing-masing dalam dirinya, dalam belajar seharusnya anak memilih apa yang ia butuhkan dan apa yang dapat ia pergunakan untuk pertumbuhan dan perkembangannya, karna belajar pada hakikatnya berarti adalah suatau kegiatan, dengan bermain, berbuat, bekarja dengan alat-alat, banyak hal menjadi jelas. Dengan berbuat, anak menghayati sesuatu dengan seluruh indra dan jiwanya. Dengan mengalami berulang-ulang, perbuatan menjadi semakin efekif, teknik menjadi makin lancar, konsep makin lama makin terang dan generalisasi makin mudah disimpulkan. Dorongan ini membawa anak ke tingkat perkembangan yang dibutuhkan untuk memahami lingkungannya agar anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan itu. Dalam pemenuhan kebutuhan, individu memerlukan motivasi, banyak jenis kebutuhan antara lain kebutuhan untuk memperbaiki prestasi, kebutuhan untuk mendapat kepuasan atas hasil belajar. Diperlukan kesiapan dalam belajar diantaranya adalah keadaan rohaniah (emosional, intelektual, dan sosial) dalam keadaan ini, anak merasa siap dan sanggup untuk menerima tugas perkembangan atau pelajaran baru. Sejak dilahirkan, anak merupakan suatu totalitas dalam perkembangannya. Secara total ia mengadakan interaksi dengan lingkungannya dan segala sesuatu yang mempengaruhinya secara total, demikian juga halnya dengan hasli-hasil belajarnya. Hasil belajar akan disatukan dengan yang sudah ada sehingga menjadi bagian yang organis dari kepribadiannya. Sedangkan Anneahira (2012) mengungkapkan “Indikator prestasi belajar peserta didik dapat kita lihat berdasarkan beberapa hal yaitu: berubahnya kompetensi kognitif anak didik, berubahnya kompetensi afektif anak didik, berubahnya kompetensi psikomotor anak didik”. Aspek kognitif adalah terkait dengan pengetahuan mengenai beberapa konsep terkait dengan kebutuhan hidup. Indikasi keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran dapat dilihat dari peningkatan kompetensi kognitif ini. Semakin bagus peningkatannya, berarti semakin berhasil proses pendidikan dan pembelajarannya. Aspek afektif adalah aspek yang terkait dengan nilai sikap yang ada di dalam diri anak didik. Kompetensi afektif ini merupakan indikator keberhasilan bagi proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan memperhatikan tingkat perubahan yang terjadi pada kompetensi afektif ini, maka kita mengatuhi tingkat keberhasilan proses. Aspek psikomotor adalah aspek yang terkait dengan kompetensi keterampilan anak didik. Bagaimana tingkat perubahan anak didik setelah mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran menunjukkan pada kita tingkat keberhasilannya. Aspek psikomotor sangat penting dalam proses pendidikan dan pembelajaran sebab aspek ini merupakan salah satu indikator prestasi belajar anak didik. Semakin bagus tingkat perubahan keterampilan anak didik, berarti semakin berhasil proses pendidikan dan pembelajaran yang diikutinya. 2.3 Kajian Empirik Penelitian Sebelumnya

Mahmudi (2011) pernah melakukan penelitian di Tanduk Ampel Kabupaten Boyolali dengan metode PAIKEM dan mengemukakan hasil dari penelitian tersebut adalah:

(1) Aktivitas guru IPA tematik model PAIKEM di kelas 3 MIN Tanduk Ampel Kabupaten Boyolali, dengan memilih tema, analisis KD dan indikator, dari semua mata pelajaran berdasarkan tema, menyusun silabus, RPP, dan penilaian. Kemudian melaksanakan pembelajaran diawali dengan kegiatan pendahuluan yang bervariasi. Kegiatan inti pembelajaran guru menyajikan materi pembelajaran dengan bahasa serta intonasi yang tepat, memberikan petunjuk dan perintah dengan jelas, dan menggunakan metode yang bervariasi. (2) Setting ruang belajar. Pengatutan tempat duduk akan berpengaruh secara psikologi siswa dalam belajar sehingga memberikan suasana baru yang akan meningkatkan motivasi belajar. Komunikasi terbuka antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa yang lain sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan, efektif, kreatif, inovatif, dan aktif.

(3) Media pembelajaran sangat penting, untuk mambantu siswa dalam memahami amteri pembelajaran dan mengurangi kejenuhan Model pembelajaran PAIKEM sudah berhasil diterapkan di negara maju. Di Indonesia PAIKEM pertama kali dikenalkan pemerintah melalui para ahli pendidikan dikarenakan kesadaran bahwa semua kebijakan peningkatan mutu akan tersimpul pada suatu titik peristiwa yaitu proses pembelajaran. Pada pasal 19 ayat 3 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan demikian sebelum melakukan pelaksanaan pembelajaran terlebih dahulu dilakukan perencanaan pembelajaran. Pada Standar Proses (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007) bagian perencanaan pembelajaran dinyatakan bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar (KD), dan kegiatan pembelajaran di¬lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang¬kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan tersebut dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Implementasi dari PP tersebut adalah diadakannya pelatihan-pelatihan untuk Metode pembelajaran PAIKEM meski dalam pelaksanaanya sebagian guru belum memahami sehingga inovasi dianggap begitu sulit.

2.4 Kerangka pemikiran

Guru memainkan peran penting dalam transformasi budaya melalui sistem persekolahan, khususnya dalam menata interaksi peserta didik dengan sumber belajar untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Untuk itu diperlukan guru yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang memadai, mutu kepribadian yang mantap, serta menghayati profesinya sebagai guru. Profesi keguruan merupakan kegiatan yang membutuhkan berbagai kemampuan, termasuk kemampuan berinovasi. Sampai saat ini cara pembelajaran konvensional masih banyak dilakukan oleh guru dalam pembelajan dengan guru menjadi fokus sentral, padahal masing-masing guru mempunyai kemampuan yang berbeda-beda sehingga menghasilkan hasil pembelajaran yang berbeda pula. Dalam PAIKEM, siswa akan di libatkan secara aktif yang dikolaborasikan dengan hakikat manusia yang mempunyai perbedaan individu. Karena masing-masing individu mempunyai perbedaan, Perbedaan itu dapat dilihat dari dua segi, yakni horizontal dan vertical. Perbedaan segi horizontal adalah perbedaan individu dalam aspek mental, seperti tingkat kesadaran, bakat, minat, ingatan dsb, Perbedaan vertikal adalah perbedaan individu dalam aspek jasmaniah, seperti: bentuk, tinggi dan besarnya badan, tenaga, dan sebagainya. Masing-masing aspek individu tersebut besar pengaruhnya terhadap kegiatan dan keberhasilan belajar. Peran guru dalam pembelajaran di harapkan dapat meningkatkan prestasi siswa sesuai dengan bakat dan minat yang mencakup tiga hal, yaitu mengembangkan pertumbuhan sosial, pertumbuhan emosional, dan pertumbuhan perolehan pengetahuan bagi para peserta didik. Metode PAIKEM telah berhasil sukses di beberapa negara, dan karena kesuksesan tersebut, maka ahli-ahli pendidikan negara kita menyampaikan gagasan akan pentingnya metode paikem yang bertujuan agar generasi muda siap dengan tantangan era global. Idea PAIKEM kemudian di sampaikan sampai ke tingkat sekolah-sekolah, sebagian sekolah sudah mengaplikasikan metode PAIKEM dan berdasarkan hasil beberapa peneliti sebelumnya membuktikan bahwa metode PAIKEM memberikan kontribusi positif untuk meningkatkan prestasi belajar, untuk itu maka peneliti bermaksud meneliti dengan studi kasus pembelajaran IPS dengan metode PAIKEM di MTs Negeri Ciamis terhadap prestasi belajar siswa.

2.5 Hipotesis

Berdasarkan kajian kerangka berfikir diatas maka penulis menyampaikan hipotesis bahwa metode PAIKEM dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di MTs Negeri Ciamis (studi kasus pelajaran IPS).

Daftar Pustaka

Psikologi, Belajar. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar. http://belajarpsikologi.com/faktor-yang-mempengaruhi-prestasi-belajar/.html (diakses tanggal 19 Maret 2012)

Pusbang Tendik. PAIKEM. Jakarta : Badan PSDMP dan PMP-Kemdiknas, 2011 (disampaikan dalam pelatihan) Aisyah. Pengertian Pakem.http://mujahidahtangguh.wordpress.com/2010/02/09/pengertian-paikem/html. (diakses 20 Maret 2012)

Suaraterbaru. Model Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan Paikem. http://suaraterbaru.com/model-pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan-paikem/pendidikan/html. (diakses 20 Maret 2012)

Yusuf, Syamsu . Program Bimbingan Konseling di Sekolah . Bandun g: Rizqi Press, 2009 Furkon, Profesor. Pendidikan dalam perspektif bimbingan konseling. Bandung : UPI PRESS, 2011

Anneahira. Pengertian Prestasi Belajar Menurut Para Ahli. http://www.anneahira.com/pengertian-prestasi-belajar-menurut-para-ahli.htm. (diakses 21 Maret 2012)

Ahmadi, Abu. Pengertian Prestasi Belajar. http://belajarpsikologi.com/pengertian-prestasi-belajar/html. (diakses 26 Maret 2012)

Mamudi, Pengelolaan Pembelajaran IPA Tematik Model PAIKEM di Madrasah Ibtida’iah Negeri Tanjuk Ampel Kabupaten Boyolali. http://etd.eprints.ums.ac.id/12954/1/halmuk.pdf, 2011. (diakses 23 Maret 2012)

Suryaman, Bambam, Makalah Psikologi Belajar. http://www.kosmaext2010.com/makalah-psikologi-belajar-karakteristik-perubahan-hasil-belajar.php. (diakses 27 Maret 2012)

Anneahira. Indikator Prestasi Belajar. http://www.anneahira.com/indikator-prestasi-belajar.htm. (diakses 28 Maret 2012)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: