Materi paradigma Pendidikan Paskasarjana Unigal

23 Feb

PARADIGMA PENDIDIKAN

(Prof. H. Endang Sumantri)

 

Paradigma yaitu keseluruhan susunan kepercayaan dan asumsi-asumsi yang di pegang bersama yang dipakai oleh peneliti (promovedus) dalam memandang focus masalah penelitiannya

Fokus Masalah, adalah permasalahan sentral yang menjadi perhatian peneliti dan dicari jawabannya dalam penelitian tersebut. Fokus masalah ini, biasanya akan diterjemahkan lebih lanjut secara rinci (operasiona)l ke dalam beberapa pertanyaan penelitian.

Model Penelitian, adalah kerangka konseptual yang dikembangkan dan digunakan sebagai pedoman sistematik dalam melakukan sebuah penelitian.

  • Model penelitian adalah selera dari seorang peneliti yang akan diterapkan dengan mempertimbangkan komponen penelitian.

* Komponen Penelitian: Input, process, outcome, benefit

*Promovendus, Orang yang harus mendidik, membuat penelitian tentang buku, dll.

Kompetensi Guru:

  1. Kompetensi Pedagogik
  2. Kompetensi Profesional
  3. Kompetensi Sosial
  4. Kompetensi Kepribadian

Paradigm: The elucidation of immediate experience is the sole justification for any thought; and the starting point for tought is the analytic observation of components of this experience. The true method of discovery is like the flight of an aeroplane. It starts friom the ground of particular observation; it makes a flight in the thin air imaginative generalization, and it agains lands for renewed observation. (Whitehead, 1927:7)                      “Process and Reality

PARADIGMA DAN PROSES REVOLUSI SAINS MENURUT KUHN:

  • Normal Science
  • Proses Revolusi Keilmuan
  • Anomli dan Krisis
  1. Normal Science:

1)      Hasil-hasil terdahulu dalam suatu bidang keilmuan, baik hasil penelitian, teori, dalil, atau paradigm yang telah diterima secara luas kemudian digunakan ilmuwan sebagai landasan berpijak dalam melakukan studinya;

2)      Wahana untuk mengaktualisasikan suatu –paradigma– agar lebih luas; (a) dengan menggunakan fakta baru yang relevan dan, (b) dengan memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang lebih terinci;

3)      Normal science layak disebut paradigm jika memberikan sesuatu yang baru bagi aktivitas keilmuan yang didukung oleh para illmuwan dan mampu merangkum banyak fakta atau masalah (open-ended);

4)      Suatu kondisi yang menunjukan bawa suatu materi keilmuan sedang mapan karena mampu menjawab permasalahan-permasalahan yang sedang berkembang;

5)      Suatu wilayah keilmuan yang ruang lingkup aktivitas penelitian keilmuannya (periode akumulasi), terbatas dalam mengembangkan paradigma yang sedang populer.

Anomali dan Krisis

1)      Anomali adalah ketidakmampuan suatu normal sciene dalam menjelaskan dan memecahkan fenomena-fenomena baru yang khusus dan berbeda dengan suatu yang telah dipecahkan sebelumnya oleh paradigma yang ada;

2)      Krisis paradigma merupakan dampak dari anomali  karena munculnya berbagai keganjilan atau aneka penyimpangan dari suatu yang telah lazim diterima yang tidak mampu dijelaskan oleh paradigm yang ada;

3)      Kesahihan paradigm lama diragukan, kemudian tampil paradigm baru dan populer di kalangan ilmwan.

Proses Revolusi Keilmuan

1)      Revolusi keilmuan terjadi jika paradigma yang sedang digunakan para ilmuwan dalam tataran normal science tidak mampu lagi memecahkan berbagai masalah baru atau tidak mampu menjawab berbagai anomali yang terjadi dalam kondisi krisis paradigma sengingga muncullah paradigma baru;

2)      Pradigma baru dapat lahir karena ihtiar keilmuan ilmuwan atau munculnya fenomena baru;

3)      Interpretasi ilmuwan tentang alam atau realitas akan berubah ketika paradigma yang digunakannya berubah

4)      Ketika suatu paradigma baru hasil revolusi itu telah diterima komunitas ilmuwan yang luas, akan menjadi normal science.

Proses:

Paradigma I          Normal science         Anomali        Krisis        Revolusi        Paradigma II

Dalam Pembukaan UUD 45 Tujuan Nasional adalah:

“ Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.

Pasal 31 UUD 1945, mengamanatkan bahwa:

 

  1. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
  2. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
  3. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.
  4. Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
  5. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

PENDIDIKAN merupakan bimbingan terhadap individu kearah penguasaan seni dari pada kehidupan; dengan seni kehidupan tersebut mengandung arti kemampuan yang  paling lengkap bagi berbagai ragam aktivitas yang menyatakan kekuatan potensi-potensi dari pada kehidupan manusia tersebut dalam menghadapi lingkungan nyata.

Pendidikan merupakan perolehan dari pada seni pemanfaatan dari pada pengetahuan.

(Sir Alfred North whithead 1967:50)

PENDIDIKAN merupakan pemandu yang vital untuk mengembangkan kapasitas intelek dan kreatifitas  pribadi-pribadi individu dan proses ini diarahkan untuk membuat mereka menjadi warga negara yang lebih kapabel.

(Chandler)

Deklarasi John Dewey (1930);

 

Pendidikan untuk semua” mengandung arti bahwa pendidikan itu adalah hak dan kebutuhan semua orang. Dengan kata lain Pendidikan adalah “Kodrat Manusia

Secara umum John Dewey menyatakan bahwa: “Pendidikan mempersiapkan individu untuk mengontrol dirinya sendiri dalam kehidupan masyarakat demokratis”.

PENDIDIK

Pendidik adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggraaan pendidikan.

Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara,totor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

Pendidik merupakan Tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional

Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi.

TENAGA KEPENDIDIKAN

Tenaga Kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan berhak memperoleh:

  1. Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai.
  2. Penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
  3. Pembinaan karir sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas.
  4. Perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual
  5. Kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan berkewajiban:

  1. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan  dialogis.
  2. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meingkatkan mutu pendidikan.
  3. Memberikan teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: